Minggu, November 08, 2009

I feel the same way too...

. Minggu, November 08, 2009
0 komentar





Siang itu di kota Depok, sambil menunggu Anis, Milis membaca harian ibukota lembar demi lembar. Payah, ga ada lowongan satupun! Gerutunya kesal. Namun sesaat kemudian matanya berbinar indah ketika lembar terakhir menyajikan beberapa iklan baris. Ia mengangguk-angguk serius. Sales?! Oh no.. no..! kali ini ia menggeleng pasrah.
Sudah hampir tiga puluh menit Anis belum juga datang, Milis terlihat kesal. Berkali-kali ia menoleh jam dinding yang tergantung di dinding loket stasiun. Pikirannya tentang Anis mulai macam-macam. Keterlambatan temannya bukanlah sekali dua kali, tapi sering. Milis jengkel dibuatnya.

Cerita Lengkapnya »»

Sabtu, September 05, 2009

Cinta Lokasi

. Sabtu, September 05, 2009
1 komentar





    Siang itu di sebuah supermarket. Seorang perempuan dengan kaos oblong dan celana hot pant mendekati lelaki berkemeja putih. Lelaki itu tampak sedang memilih-milih sesuatu.
   “Mas, mau ngebeliin saya coklat?” kata perempuan yang akrab dipanggil Yusa. Tanpa rasa bersalah Yusa cengar-cengir sendiri dan menaikan alisnya beberapa kali saat lelaki itu menatapnya terheran-heran. Entah dari langit keberapa tiba-tiba siang ini ia dimintai coklat oleh perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.


“Eh, kecil-kecil udah belajar malak ya?” tukas Merun.

Cerita Lengkapnya »»

Jumat, Agustus 21, 2009

Dukaku adalah sukaku

. Jumat, Agustus 21, 2009
0 komentar

Abun menatap seonggok mayat itu dengan penuh duka cita, tapi ada benci berkobar dalam hatinya seiring dengan pertanyaan yang sejak dua minggu terakhir bergelayut dipikirannya. Matanya dengan tajam melihat mayat ayahnya dari ujung kaki hingga tatapannya beradu pandang dengan mata ayahnya yang melotot tajam.


Aku rasa Tuhan juga tau dan tidak sebodoh dirimu. Kau korbankan dirimu dan orang lain yang tidak bersalah. Tidakkah kau hitung berapa banyak nyawa yang melayang bersamamu? Apakah kau tau bahwa ini adalah suatu tindakan benar menurut Tuhan? Aku berduka karena ketiadaanmu bukan karena sikapmu. Tapi… dukaku adalah sukaku, karena jika aku tidak melihatmu seperti ini aku tidak akan tau bagaimana dirimu. Sungguh, kau boleh mengutukku sebagai anak yang tidak berbakti. Tapi sebisa mungkin akau akan mendoakan semoga Tuhan mengampuni dirimu dan aku berharap juga agar kau tidak meninggalkan jejak-jejak yang kau siratkan bagi orang lain untuk melakukan seperti apa yang pernah kau lakukan kemarin.

Cerita Lengkapnya »»

Kamis, Juli 16, 2009

Final decision

. Kamis, Juli 16, 2009
0 komentar




Kori merasa harus marah karena sudah hampir tiga jam orang yang ditunggunya tidak kunjung datang, belakangan ia merasa lebih bodoh. Mengapa juga ia harus menunggu orang yang tidak bisa dipegang janjinya?



Brukk! Ia menaruh tas dan jaket tebal disampingnya. Ia tidak perduli kalau disitu ada seorang lelaki dengan mimik muka tidak kalah asam seperti dirinya. Masa bodoh, tiga jam bukanlah waktu yang sebentar, karena selama hampir waktu menunggu tadi ia mondar-mandir didepan pintu utama mal.



Angin berdesir pelan, menarik sedikit demi sedikit emosinya, berpencar bersama daun daun kering yang meranggas. Musim panas yang indah, tapi tidak seindah hatinya sekarang.

Cerita Lengkapnya »»

Senin, Juni 15, 2009

Kau begitu menyentuhku

. Senin, Juni 15, 2009
2 komentar





Hari ini kita menjadi raja dan ratu sehari. Kau duduk disampingku dengan manis dan senyum yang selalu terurai. Ini adalah hari pertamaku denganmu berlama-lama dikursi itu. Kursi yang menjadi saksi atas ijab qobulku didepan penghulu.

Kau dengan kerudung terulur sampai ke dada. Ada sebongkah bahagia dan haru yang tidak akan pernah aku lupakan. Semua rasa bercampur aduk. Kini kau menjadi halal bagiku dan aku tidak lagi tertunduk ketika aku menatap indahnya matamu. Kini… kau adalah istri sekaligus calon ibu untuk anak-anak kita kelak, insya Allah.


Perias itu memoles wajahmu dengan sederhana sesuai dengan permintaanmu. Kau memang wanita shalehah pilihan Allah untukku. Ditengah meriahnya walimah dan rasa suka cita yang besar kau tidak melupakan kewajiban. Saat dhuhur dan ashar tiba, kau tinggalkan pelaminan untuk ‘bertemu’ dengan Allah.

Cerita Lengkapnya »»
 
Thanks udah mampir ya....