Minggu, November 08, 2009
I feel the same way too...
Label: I feel the same way too...Sabtu, September 05, 2009
Cinta Lokasi
Label: Cinta Lokasi“Mas, mau ngebeliin saya coklat?” kata perempuan yang akrab dipanggil Yusa. Tanpa rasa bersalah Yusa cengar-cengir sendiri dan menaikan alisnya beberapa kali saat lelaki itu menatapnya terheran-heran. Entah dari langit keberapa tiba-tiba siang ini ia dimintai coklat oleh perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.
Jumat, Agustus 21, 2009
Dukaku adalah sukaku
Label: Dukaku adalah sukakuAbun menatap seonggok mayat itu dengan penuh duka cita, tapi ada benci berkobar dalam hatinya seiring dengan pertanyaan yang sejak dua minggu terakhir bergelayut dipikirannya. Matanya dengan tajam melihat mayat ayahnya dari ujung kaki hingga tatapannya beradu pandang dengan mata ayahnya yang melotot tajam.
Aku rasa Tuhan juga tau dan tidak sebodoh dirimu. Kau korbankan dirimu dan orang lain yang tidak bersalah. Tidakkah kau hitung berapa banyak nyawa yang melayang bersamamu? Apakah kau tau bahwa ini adalah suatu tindakan benar menurut Tuhan? Aku berduka karena ketiadaanmu bukan karena sikapmu. Tapi… dukaku adalah sukaku, karena jika aku tidak melihatmu seperti ini aku tidak akan tau bagaimana dirimu. Sungguh, kau boleh mengutukku sebagai anak yang tidak berbakti. Tapi sebisa mungkin akau akan mendoakan semoga Tuhan mengampuni dirimu dan aku berharap juga agar kau tidak meninggalkan jejak-jejak yang kau siratkan bagi orang lain untuk melakukan seperti apa yang pernah kau lakukan kemarin.
Kamis, Juli 16, 2009
Final decision
Label: Final decisionSenin, Juni 15, 2009
Kau begitu menyentuhku
Label: Kau begitu menyentuhku
Kau dengan kerudung terulur sampai ke dada. Ada sebongkah bahagia dan haru yang tidak akan pernah aku lupakan. Semua rasa bercampur aduk. Kini kau menjadi halal bagiku dan aku tidak lagi tertunduk ketika aku menatap indahnya matamu. Kini… kau adalah istri sekaligus calon ibu untuk anak-anak kita kelak, insya Allah.
Perias itu memoles wajahmu dengan sederhana sesuai dengan permintaanmu. Kau memang wanita shalehah pilihan Allah untukku. Ditengah meriahnya walimah dan rasa suka cita yang besar kau tidak melupakan kewajiban. Saat dhuhur dan ashar tiba, kau tinggalkan pelaminan untuk ‘bertemu’ dengan Allah.












